Senin, 24 Juni 2024

Public Relations vs Marketing

Halo semuanya, Kembali lagi dengan aku Khotimah mahasiswa semester 3 ilmu komunikasi di Universitas Mpu Tantular. Kali ini kita akan membahas kembali tentang Dunia PR Writing bersama dosen pengampu Ibu Serepina Tiur maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.,C.AC., C.PS., C.STM. Akan banyak wawasan atau cerita mengenai PR Writing di blog ini dan kali ini aku akan membahas Perbedaan utama antara Public Relations dengan Marketing. Jadi, Stay Tune di blog aku ya!



1. Pengertian Public Relations & Marketing 

Hubungan masyarakat atau yang dikenal dengan PR adalah proses jangka panjang dalam membangun dan memelihara hubungan positif antara perusahaan dan lingkungan terdekatnya, yaitu pelanggan, karyawan, investor, media.


Sedangkan Pemasaran adalah konsep yang jauh lebih luas daripada hubungan masyarakat. Ini berfokus langsung pada pasar, permintaan, dan produk. Tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan perusahaan, dan sebagai hasilnya, meningkatkan penjualan.

2. Persamaan dan Perbedaan Public Relations & Marketing 

Setelah Anda mengetahui teorinya, sekarang saatnya mengenal persamaan dan perbedaannya. Apakah ada titik kontak yang membuat persyaratannya serupa?

PR dan pemasaran memiliki banyak kesamaan. Mereka berdua:

  • harus konsisten dengan strategi merek secara keseluruhan,

  • ingin menyampaikan pesan merek yang positif dan efektif kepada pembeli,

  • sering kali memiliki pendekatan yang sama dan menuju ke arah yang sama,

  • menyediakan pemasaran konten, seperti testimonial, blog, video, podcast, tetapi mencakup topik lain.

Namun demikian, terdapat lebih banyak perpecahan daripada kesatuan antara PR dan pemasaran. Meski tidak sama, namun keduanya sangat mempengaruhi satu sama lain, diantaranya: 

  1. Target Audiens 

Strategi PR dan pemasaran cenderung menyasar khalayak yang berbeda . Fokus utama seorang pemasar adalah pelanggan. PR berfokus pada audiens yang lebih luas – pelanggan, media, influencer, dan semua pemangku kepentingan potensial lainnya. 

  1. Area Operasi 

Umumnya, pemasaran paling terlibat dalam berkeliling pasar dan persyaratannya. Ini termasuk perencanaan, penganggaran, dan manajemen prospek, serta riset pasar yang konstan .PR mengacu pada seluruh aktivitas yang dilakukan perusahaan terhadap lingkungannya, baik di luar maupun di dalam organisasi. 

  1. Pencapaian 

Pemasar berusaha keras untuk memuaskan kebutuhan pelanggan mereka. Dengan menciptakan kebutuhan dalam diri pelanggan potensial, pemasar dapat mendorong mereka untuk membeli produk.PR tidak dimaksudkan untuk menciptakan kebutuhan tetapi berfungsi terutama untuk membangun citra positif dan membentuk persepsi positif terhadap aktivitas organisasi. 

  1. Metrik


     

Berikut adalah beberapa metrik dari PR, diantaranya: 

  • Dampak merek

  • Liputan media

  • Berbagi Suara (SOV)

  • Waktu respons departemen penjualan, 

  • Jangkauan media sosial dan keterlibatan pengguna (untuk menyederhanakan prosesnya, gunakan alat pelaporan Instagram, misalnya).

Dan berikut adalah beberapa metrik dari pemasaran, diantaranya: 

  • Metrik situs web, 

  • KPI pemasaran digital (seperti CTR, CPA, dll.), 

  • Metrik media sosial,

  • Metrik pemasaran konten dan SEO,

  • Metrik penjualan dan pendapatan,

  • Metrik pemasaran email 

  1. Kerangka Waktu 

Dalam pemasaran, fokus Anda adalah di sini dan saat ini . Sebaliknya, PR membutuhkan kesabaran. Berbeda dengan pemasaran yang bertujuan untuk mendapatkan penjualan langsung, PR dapat dianggap sebagai investasi jangka panjang yang akan membuahkan hasil setelah beberapa waktu..

3. Tabel Perbandingan; PR vs Marketing


Sekian blog dari saya. Jangan lupa bersyukur untuk hari ini, see you on the next blog teman-teman.


Referensi: 

1. https://www.determ.com/blog/pr-vs-marketing/ 









Tips Membuat Referensi Jurnal atau Daftar Pustaka

Halo semuanya, Kembali lagi dengan aku Khotimah mahasiswa semester 3 ilmu komunikasi di Universitas Mpu Tantular. Kali ini kita akan membahas kembali tentang Dunia PR Writing bersama dosen pengampu Ibu Serepina Tiur maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.,C.AC., C.PS., C.STM. Akan banyak wawasan atau cerita mengenai PR Writing di blog ini dan kali ini aku akan membahas Bagaimana caranya membuat referensi jurnal atau yang biasa disebut daftar pustaka. Jadi, Stay Tune di blog aku ya!



1. Pengertian Daftar Pustaka 


Daftar pustaka atau yang sering disebut sebagai referensi adalah daftar berisi informasi mengenai judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya. Daftar pustaka merupakan komponen tak terpisahkan dalam sebuah karya ilmiah, sekaligus menjadi bukti kredibilitas dari tulisan tersebut. 


2. Fungsi dari Daftar Pustaka


Penulisan daftar pustaka dalam karya ilmiah memiliki beberapa fungsi penting, antara lain: 

  • Memperkuat argumen 

  • Menghindari plagiasi 

  • Menghormati penulis yang karyanya dijadikan acuan dalam penulisan karya ilmiah 

  • Mempermudah proses peninjauan ulang sumber-sumber rujukan saat diperlukan koreksi pada konten tulisan 

  • Memberikan bantuan kepada pembaca untuk lebih memahami sumber-sumber yang dikutip dalam karya ilmiah 

3. Cara Menulis Daftar Pustaka


Mengutip dari buku berjudul "Pedoman Penulisan Karya Ilmiah" yang ditulis oleh Dr. Ida Samidah, S.Kp, M.Kes dan Dahrizal, S.Kp, MPH, aturan penulisan daftar pustaka yang bersumber dari jurnal adalah: 


nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul artikel, nama jurnal (cetak miring), volume dan nomor jurnal (nomor jurnal dalam tanda kurung), nomor halaman artikel dalam jurnal.


Berikut contoh penulisan daftar pustaka dari jurnal.


  • Penulisan daftar pustaka dari jurnal dengan satu pengarang  

Contoh: Diniati, A. (2018). Konstruksi Sosial Melalui Komunikasi Intrapribadi Mahasiswa Gay di Kota Bandung. Jurnal Kajian Komunikasi, 6(2), 147-159. 

  • Penulisan daftar pustaka dari jurnal dengan lebih dari satu pengarang  

Contoh: Diniati, A., Suryana, A., & Bajari, A. (2022). Pengalaman Buruh Anak tentang Perilaku Komunikasinya. Jurnal Komunikasi, 14(2), 322-345.

Sekian blog dari saya. Jangan lupa bersyukur untuk hari ini, see you on the next blog teman-teman.

Referensi: 

1.https://news.detik.com/berita/d-6409087/cara-menulis-daftar-pustaka-dari-jurnal-cek-infonya-di-sini

2.https://telkomuniversity.ac.id/penulisan-daftar-pustaka-dari-buku-artikel-jurnal-makalah-media-online-hingga-video-youtube/#:~:text=Untuk%20menulis%20daftar%20pustaka%20dari,Issue%20atau%20Nomor)%2C%20Halaman. 









Minggu, 23 Juni 2024

Public Relation Tools

Halo semuanya, Kembali lagi dengan aku Khotimah mahasiswa semester 3 ilmu komunikasi di Universitas Mpu Tantular. Kali ini kita akan membahas kembali tentang Dunia PR Writing bersama dosen pengampu Ibu Serepina Tiur maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.,C.AC., C.PS., C.STM. Akan banyak wawasan atau cerita mengenai PR Writing di blog ini dan kali ini aku akan membahas tentang Beberapa tools yang sering digunakan oleh seorang Public Relations.Jadi, Stay Tune di blog aku ya!




Mencapai liputan media dan kampanye hubungan masyarakat yang sukses adalah tujuan setiap perusahaan. Namun, kuncinya terletak pada perencanaan yang efektif dan penggunaan alat PR untuk mengukur keberhasilan. Dalam hal ini, kami telah menguraikan berbagai rekomendasi, termasuk alat PR berbayar dan gratis. Memanfaatkan perangkat lunak PR yang tepat dapat membuka banyak peluang media yang diperoleh tepat pada saat media tersebut siap untuk dipilih. Survei tahun 2018 dari Marketing Agency Growth Report Co. menyoroti tantangan yang dihadapi oleh startup di tahun-tahun awal mereka. Saat ini, lebih dari 72% perusahaan global berinvestasi besar-besaran tidak hanya dalam menjalankan kampanye PR namun juga memanfaatkan serangkaian alat PR untuk meningkatkan peluang keberhasilan mereka.

Contoh tools dari public relations: 

  1. Publisitas dan Media Relations 

  • Press Release 

  • Press Conferences 

  • Press Tours 

  • Press Party 

  • Press Receptions

  • Media Gathering 

  1. Special Event 

  • Open house or Company visit 

  • Fundraises

  • Trade shows

  • Awards Ceremonies

  • Contest 

  • Seminar 

  • Audio Visual Instrument 

  • Sponsorship 

Sekian blog dari saya. Jangan lupa bersyukur untuk hari ini, see you on the next blog teman-teman.


Referensi: 

  1. PPT Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom., C.AC., C.PS., C.STMI : PR Tools 

  2. https://wbcomdesigns.com/best-public-relations-tools/ 

  3. https://www.yourarticlelibrary.com/marketing/public-relations/top-9-tools-of-public-relations/50972 







Jumat, 19 April 2024

Asyiknya Menulis with Khotimah

Halo semuanya, Kembali lagi dengan aku Khotimah mahasiswa semester 3 ilmu komunikasi di Universitas Mpu Tantular. Kali ini kita akan membahas kembali tentang Dunia PR Writing bersama dosen pengampu Ibu Serepina Tiur maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.,C.AC., C.PS., C.STM. Akan banyak wawasan atau cerita mengenai PR Writing di blog ini.Jadi, Stay Tune di blog aku ya!

Di blog kali ini aku akan sedikit bercerita mengenai “Asyiknya Menulis”. Hehe.. sebenarnya aku juga bingung karena Jujur aku tidak suka menulis karena aku lebih suka berbicara dibandingkan menulis, penuh tantangan banget pas aku masuk ke mata kuliah pr writing. Tapi, tidak suka bukan berarti tidak harus mencoba, siapa tau dari yang tidak suka menjadi suka. Pada saat itu wawasan terbatas ku berfikir, menjadi seorang pr itu hanya perlu keberanian dan komunikasi yang baik, padahal disamping itu seorang pr harus memiliki kemampuan untuk menulis juga, karena seorang pr tidak hanya berkomunikasi secara langsung tetapi bisa melalui media online. 

Pengalaman yang paling teringat dan berkesan bagiku, di awal pertemuan mata kuliah pr writing ini semua mahasiswa diminta untuk membuat sebuah blog (Haha kalo kilas balik ketawa si aku mengingatnya). Pada waktu itu, aku tidak bisa membuat blog dan tidak tahu apa itu blog dan apa kegunaannya. Akhirnya aku memutuskan untuk research dan bertanya kepada teman yang memang sudah lebih tahu apa itu blog dan cara penggunaannya. And finally, aku mengerti apa kegunaan dari blog dan mengerti apa maksud dari “Mengapa Ibu Serepina meminta kita untuk membuat blog”. Yah walaupun pada tahap pertama menulis aku lebih suka copy dan paste tanpa membuat narasi karya ku sendiri dan memainkan phrase. 

Dan dari menulis aku menemukan fakta baru, aku bisa menyalurkan pikiran dan unek unek ku dalam menulis, contohnya yang ada di paragraf 2. Aku selalu berfikir menulis itu membutuhkan seni dan kreatifitas yang lebih. Dan aku selalu menganggap bahwa diriku ini minim seni yang kurang banyak untuk memunculkan sebuah ide. Tapi ada satu kutipan motto yang aku baca milik bu serepina “Seni Mengajar Itu Indah bila Kita Melakukan dengan Kasih”, 3 bulan berlalu dalam mata kuliah pr writing ini berhasil menciptakan narasi karangan ku sendiri dalam blog ini. Aku happy didikan kasih dosenku berhasil merubah wawasan dan keterampilan ku. 

Ada hal lain tentang menulis yaitu komitmen. Sebagus apapun ide, bila tidak dituangkan dalam bentuk tulisan, maka dia hanya akan menjadi tumpukan ide di pikiran yang akan mudah menguap seiring waktu. Untuk bisa muncul dalam bentuk tulisan, kita wajib punya komitmen penuh untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan. Kemauan untuk duduk manis dan menuangkan ide dalam kalimat demi kalimat hingga selesai perlu perjuangan. Ada beberapa kenikmatan yang harus ditinggalkan demi terselesaikannya sebuah tulisan. Mengurangi durasi dalam bersosmed, meminimalisir waktu ngobrol dengan teman, dan memangkas waktu rebahan adalah contoh dari ‘pengorbanan’ untuk menulis.

Sekian cerita dari aku, semoga teman teman semua yang membaca bisa termotivasi untuk mencoba melakukan suatu hal yang mungkin kalian tidak suka atau belum sama sekali kalian coba, dan menambah minat kalian untuk menulis karena banyak sekali manfaat menulis, next akan aku kasih tahu kalian di next blog aku ya. Jangan lupa bersyukur untuk hari ini, sekian dan Terimakasih.

Referensi:

1. https://www.kompasiana.com/nurul10750/65dafe351470930b7e4f1082/apa-sih-asyiknya-menulis  

2. https://repository.penerbiteureka.com/publications/439043/pengantar-ilmu-komunikasi

Selasa, 16 April 2024

DASAR-DASAR PUBLIC RELATIONS WRITING

Halo semuanya, Kembali lagi dengan aku Khotimah mahasiswa semester 3 ilmu komunikasi di Universitas Mpu Tantular. Kali ini kita akan membahas kembali tentang Dunia PR Writing bersama dosen pengampu Ibu Serepina Tiur maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.,C.AC., C.PS., C.STM. Akan banyak wawasan atau cerita mengenai PR Writing di blog ini dan kali ini aku akan membahas tentang Dasar Dasar Public Relations Writing.Jadi, Stay Tune di blog aku ya!


Wisaksono Noeradi (Pakar PR Senior ) mengatakan bahwa:

70% kegiatan komunikasi Public Relations adalah MENULIS sisanya kegiatan komunikasi lainnya. 

Prinsip Dasar Jurnalistik perlu dipahami , sebagai upaya menghasilkan produk tulisan yang layak mendapatkan publisitas media, diantaranya: 


1. Kebenaran dan Akurasi

Sebagai penyampai informasi, jurnalis berkewajiban untuk menyampaikan kebenaran dan informasi yang akurat. Dalam pelaksanaannya, jurnalis harus melakukan verifikasi, memeriksa fakta, dan memastikan keabsahan sumber informasi.

2. Objektivitas

Jurnalis harus menjaga objektivitas dalam melaporkan berita. Ini berarti mereka tidak boleh memihak atau menyampaikan opini pribadi dalam pelaporan berita. Jurnalis harus mengutamakan fakta dan menyampaikan berbagai sudut pandang yang ada.

3. Independensi

Seorang jurnalis harus bekerja secara independen dan tidak terpengaruh oleh tekanan eksternal. Jurnalis harus menjaga integritas dan profesionalisme dalam menghadapi tekanan dari pemilik media, pihak penguasa, atau pihak lain yang berkepentingan.

4. Keberimbangan dan Keadilan

Jurnalis harus memastikan bahwa berita yang dilaporkan mencakup semua aspek yang relevan dan memberikan kesempatan yang sama kepada semua pihak untuk menyampaikan pandangan mereka. Hal ini penting untuk menghindari kesan bias atau sepihak.

Fraser P. Seitel, Mengatakan : Menulis adalah kunci public relations meskipun saat ini adalah era komputer .

Kemampuan menulis yang mudah, lancar, dan cepat mampu membedakan antara seorang public relations dengan ahli-ahli lain dalam perusahaan.


Proses Dasar Menulis

Menulis adalah sebuah proses menghasilkan karya tulis.

Tahap-Tahap Menulis ada 3 (tiga) yaitu :

1. Perencanaan (Planning)

Tahap awal yang menentukan proses penulisan yang lebih lanjut. mencakup beberapa tahapan berikut :

  • Merumuskan maksud atau tujuan menulis,

  • Menentukan tulisan untuk mata atau untuk telinga,

  • Menentukan pokok pikiran (tema sentral),

  • Menganalisis khalayak atau orang yang menjadi sasaran pesan, dan

  • Menetapkan media



2. Penulisan (Organizing & Composing )

Tahap penulisan merupakan implementasi hal-hal yang ditetapkan pada tahap perencanaan . Penulisan menentukan Corak Penulisannya. Didasarkan pada Cara Penuturannya. Ada tulisan bercorak Narasi (Story Telling), Deskripsi dan Argumentasi Pemilihan corak penulisan tergantung pada tujuan penulisan, apakah informasi atau persuasi.

Kesalahan yang sering terjadi dalam penulisan :

  • Terlalu bertele-tele

  • Memasukan materi-materi yang tidak relevan dengan tema sentral

  • Tumpang tindih informasi

  • Informasi dan gagasan terlalu sedikit

  • Ketidaksesuaian Analisis dengan Identifikasi Masalah

  • Tidak Fokus ke Masalah

  • Kesalahan Berbahasa

  • Pengutipan


Sekian blog dari saya. Jangan lupa bersyukur untuk hari ini, see you on the next blog teman-teman.


Sumber : 

  1. PPT Ibu Dosen SEREPINA TIUR MAIDA. S.SOS., M.PD., M.I.KOM https://drive.google.com/file/d/15B0w3Fz1VIVPkrkNu6MOISNFc2a0XGPU/view  

  2. https://www.bengkulunetwork.com/ragam/1602898707/dasardasar-jurnalistik-mengenal-prinsip-dan-teknik-penting-dalam-dunia-jurnalistik 

  3. https://www.unpad.ac.id/2021/05/ini-kekeliruan-yang-umum-ditemui-dari-karya-ilmiah/ 


Source Image: 

  1. https://scb.telkomuniversity.ac.id/mengenal-public-relation-tugas-skill-dan-gajinya-2/





Pelatihan Public Speaking Universitas Mpu Tantular

Halo semuanya, kembali lagi dengan aku Khotimah Mahasiswa semester 3 dari Universitas Mpu Tantular Jakarta.  Pada Blog ini aku akan berbagi ...