Wisaksono Noeradi (Pakar PR Senior ) mengatakan bahwa:
70% kegiatan komunikasi Public Relations adalah MENULIS sisanya kegiatan komunikasi lainnya.
Prinsip Dasar Jurnalistik perlu dipahami , sebagai upaya menghasilkan produk tulisan yang layak mendapatkan publisitas media, diantaranya:
1. Kebenaran dan Akurasi
Sebagai penyampai informasi, jurnalis berkewajiban untuk menyampaikan kebenaran dan informasi yang akurat. Dalam pelaksanaannya, jurnalis harus melakukan verifikasi, memeriksa fakta, dan memastikan keabsahan sumber informasi.
2. Objektivitas
Jurnalis harus menjaga objektivitas dalam melaporkan berita. Ini berarti mereka tidak boleh memihak atau menyampaikan opini pribadi dalam pelaporan berita. Jurnalis harus mengutamakan fakta dan menyampaikan berbagai sudut pandang yang ada.
3. Independensi
Seorang jurnalis harus bekerja secara independen dan tidak terpengaruh oleh tekanan eksternal. Jurnalis harus menjaga integritas dan profesionalisme dalam menghadapi tekanan dari pemilik media, pihak penguasa, atau pihak lain yang berkepentingan.
4. Keberimbangan dan Keadilan
Jurnalis harus memastikan bahwa berita yang dilaporkan mencakup semua aspek yang relevan dan memberikan kesempatan yang sama kepada semua pihak untuk menyampaikan pandangan mereka. Hal ini penting untuk menghindari kesan bias atau sepihak.
Fraser P. Seitel, Mengatakan : Menulis adalah kunci public relations meskipun saat ini adalah era komputer .
Kemampuan menulis yang mudah, lancar, dan cepat mampu membedakan antara seorang public relations dengan ahli-ahli lain dalam perusahaan.
Proses Dasar Menulis
Menulis adalah sebuah proses menghasilkan karya tulis.
Tahap-Tahap Menulis ada 3 (tiga) yaitu :
1. Perencanaan (Planning)
Tahap awal yang menentukan proses penulisan yang lebih lanjut. mencakup beberapa tahapan berikut :
Merumuskan maksud atau tujuan menulis,
Menentukan tulisan untuk mata atau untuk telinga,
Menentukan pokok pikiran (tema sentral),
Menganalisis khalayak atau orang yang menjadi sasaran pesan, dan
Menetapkan media
2. Penulisan (Organizing & Composing )
Tahap penulisan merupakan implementasi hal-hal yang ditetapkan pada tahap perencanaan . Penulisan menentukan Corak Penulisannya. Didasarkan pada Cara Penuturannya. Ada tulisan bercorak Narasi (Story Telling), Deskripsi dan Argumentasi Pemilihan corak penulisan tergantung pada tujuan penulisan, apakah informasi atau persuasi.
Kesalahan yang sering terjadi dalam penulisan :
Terlalu bertele-tele
Memasukan materi-materi yang tidak relevan dengan tema sentral
Tumpang tindih informasi
Informasi dan gagasan terlalu sedikit
Ketidaksesuaian Analisis dengan Identifikasi Masalah
Tidak Fokus ke Masalah
Kesalahan Berbahasa
Pengutipan
Sumber :
PPT Ibu Dosen SEREPINA TIUR MAIDA. S.SOS., M.PD., M.I.KOM https://drive.google.com/file/d/15B0w3Fz1VIVPkrkNu6MOISNFc2a0XGPU/view
https://www.unpad.ac.id/2021/05/ini-kekeliruan-yang-umum-ditemui-dari-karya-ilmiah/
Source Image:
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar